Wednesday, 5 June 2013

TP Jaringan Komunikasi 3

TP JARKOM 3

1 . Protokol komunikasi data
adalah Kumpulan aturan/prosedur yang

mengedalikan pengoperasian unit-unit fungsional untuk melakukan

hubungan komunikasi.



2 . Pengertian dari TCP /IP
adalah standar komunikasi data yang

digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari

satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol standar yang digunakan dalam jaringan komputer global yang dikenal
dengan internet.


3 . Layer yang terdapat pada protokol TCP/IP

* Aplication layer: layer ini terdapat pada bagian teratas dari

susunan layer, disini semua aplikasi yang mengunakan protokol TCP/IP

ditempatkan . Tempat aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP/IP stack

berada. Contoh telnet, ftp, dll.
* Transport Layer: Bertangung jawab dalam mengadakan komunikasi

antar host.
o TCP (Transmission Control Protocol) = mengirim data dengan

deteksi dan koreksi kesalahan. Selalu memeriksa keterhubungan.
o UDP (User Datagram Protocol) = mengirim data tanpa

koneksi. Melemparkan data ke network begitu saja.
* Network layer atau Internet: Internet Protocol (IP). Pelayanan

pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan

tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch

paket antara jaringan fisik yang beda; menentukan gateway yang

digunakan).mendefinisikan sistem yang alamat IP dan skema routing paket untuk menavigasi dari satu alamat IP yang lain. Some examples of Internet Layer protocols are IPv4 , IPv6 , ICMP , IGMP , etc. Beberapa contoh Layer protokol Internet IPv4 , IPv6 , ICMP , IGMP , dll
* Data-link layer: Melakukan fragmentasi atau defragmentasi

datagram.


4 . Perbedaan TCP dan UDP

TCP (Transmission Control Protocol ") adalah sebuah protokol

berorientasi koneksi, yang berarti bahwa komunikasi di atasnya

memerlukan handshaking untuk mengatur koneksi end-to-end. Sebuah

koneksi dapat dibuat dari client ke server, dan sejak itu data dapat

dikirim sepanjang hubungan itu.

* Reliable - TCP pengakuan mengelola pesan, transmisi dan timeout.

Banyak usaha terpercaya menyampaikan pesan dilakukan. Jika tersesat

sepanjang jalan, server akan kembali meminta bagian yang hilang. Dalam

TCP, ada baik ada data yang hilang, atau, dalam beberapa kasus

timeout, koneksi akan dibuang.
* Ordered - jika dua pesan akan dikirim bersama sambungan, satu demi

satu, pesan pertama akan mencapai aplikasi menerima pertama. Ketika

paket data tiba dalam urutan yang salah, lapisan TCP memegang data

kemudian sampai data sebelumnya dapat disusun kembali dan dikirimkan

ke aplikasi.
* Heavyweight - TCP memerlukan tiga paket hanya untuk membuat socket,

sebelum data aktual dapat dikirim. Ini menangani koneksi, kehandalan

dan kontrol kongesti. Ini adalah protokol transport besar dirancang di

atas IP.
* Streaming - Data dibaca sebagai aliran "," dengan tidak membedakan

mana satu paket berakhir dan yang lain dimulai. Mungkin paket split

atau bergabung menjadi data yang lebih besar atau lebih kecil stream

sewenang-wenang.

UDP adalah protokol connectionless sederhana berbasis pesan. Dalam

protokol connectionless, tidak ada upaya yang dilakukan untuk men-

setup koneksi end-to-end berdedikasi. Komunikasi dicapai dengan

mengirimkan informasi dalam satu arah, dari sumber ke tujuan tanpa

memeriksa untuk melihat apakah tujuan masih ada, atau jika sudah siap

untuk menerima informasi. Dengan pesan UDP (paket) lintas jaringan di

unit independen.

* Unreable - Ketika sebuah pesan yang dikirim, ia tidak dapat

diketahui apakah itu akan mencapai tujuannya; itu bisa hilang

sepanjang jalan. Tidak ada konsep pengakuan, transmisi dan timeout.
* Not ordered - Jika dua pesan dikirimkan ke penerima yang sama,

urutan di mana mereka datang tidak dapat diprediksi.
* Lightweight - Tidak ada pesan memesan, tidak ada koneksi pelacakan,

dll Ini adalah lapisan transportasi kecil yang dirancang di atas IP.
* Datagrams - Paket dikirim secara individu dan dijamin akan utuh jika

mereka tiba. Paket memiliki batas-batas yang pasti dan tidak split

atau menggabungkan diri ke dalam data stream mungkin ada.

Tuesday, 4 June 2013

Tujuan dari modelling menggunakan usecase diagram dan Fungsi event table


Fungsi dari  modeeling menggunakan usecase diagram :
a. Dapat menggambarkan fungsi apa saja yang ada pada aplikasi sehingga nanti mempermudah kita dalam mengingat fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut.
b. Sebagai landasan pada diagram activity
c. Untuk mengidentifikasi interface yang harus dimiliki oleh sistem
d. Digunakan untuk berkomunikasi dengan end user dan domain expert

Sedangkan fungsi event table

1. Mendokumentasikan events yang terjadi dari sebuah proses bisnis
2. Mengetahui semua use case yang harus dibuat saat develop sistem.

Terima Kasih

Definisi dan Tujuan dari Acitvity Diagram


ACTIVITY DIAGRAM
- Salah satu cara untuk memodelkan aliran kerja (workflow) dari business use case dalam bentuk grafik.
- Diagram ini menunjukkan langkah-2 dalam aliran kerja, titik-titik keputusan dalam aliran kerja, siapa yang bertanggungjawab menyelesaikan masing-masing aktivitas dan objek-objek yang digunakan dalam aliran kerja.

Tujuan ACTIVITY DIAGRAM
- Menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses
- Dipakai pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis
- Struktur diagram ini mirip flowchart atau Data Flow Diagram pada perancangan terstruktur
- Sangat bermanfaat apabila kita membuat diagram ini terlebih dahulu dalam memodelkan sebuah proses untuk membantu memahami proses secara keseluruhan
- Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram

Contoh : Pembelian dan Penjualan seperti Pasar, Swalayan atau Supermarket

Terima kasih, berikan sesuatu yang berkesan di sini ya. :D

Model menurut Sistem Informasi


Menurut saya, model adalah abstraksi dari suatu benda atau object.
Sedangkan Modelling adalah untuk menunjukkan terjadinya proses belajar melalui pengamatan dari orang lain dan perubahan yang terjadi karenanya melalui peniruan.

Alasan dilakukannya pemodelan, yaitu :
1. Memudahkan dalam mempelajari abstraksi
2. Mengurangi Kompleksitas dari benda atau object
3. Memudahkan mengingat hal yang mendetail terhadap pengembangan sistem informasi yang dibuat.
4. Media komunikasi antar team project
5. Media komunikasi yang dapat dipahami oleh users
6. Media referensi pembelajaran untuk pengembangan sistem di masa depan.

Terima kasih, tinggalkan comment nya ya... :D

Perbedaan Tacit Knowledge dengan Expilicit Knowledge


Berdasarkan 2 dimensi tersebut, pengetahuan dapat dibagi menjadi tacit dan explicit knowledge.
 acit knowledge adalah pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, kegiatan kegiatan yang dilakukan,
dan susah didefinisikan di mana biasanya dibagikan lewat diskusidiskusi, cerita-cerita.

Tacit knowledge diartikan sebagai suatu pengetahuan yang personal, spesifik, dan umumnya susah diformalisasi dan dikomunikasi kepada pihak lain (Khasanah, 2011).

Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan yang sudah diformulasikan, biasanya disajikan dalam bentuk tulisan misalnya peraturan, buku-buku literatur-literatur.

Dalam organisasi proses penyebaran/sharing pengetahuan akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Explicit atau codified knowledge diartikan sebagai pengetahuan yang dapat ditransformasikan dal am bentuk formal dan bahasa yang sistematis.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh organisasi-organisasi adalah mengkonversi tacit knowledge menuju explicit knowledge, atau sebaliknya. Organisasi dituntut untuk mampu menterjemahkan pengetahuan yang eksis di individu, kelompok atau tim, dan organisasi menjadi nyata dalam bentuk produk-produk dan jasa-jasa yang dihasilkan.
 Agar konversi bisa berjalan dengan baik memperkenalkan 4 pola dasar penciptaan pengetahuan yang dikenal dengan The Spiral Of Knowledge (Yuliazmi, 2005). Sosialisasi, menjelaskan saling berbagi antar tacit knowledge, umumnya tanpa melibatkan hal-hal formal,
misalnya sharing budaya organisRelaasi antara anggota organisasi yang lama dengan anggota yang baru dengan tujuan anggota yang baru mampu beradaptasi dengan budaya organisasi.
 Contoh nyata perubahan tacit ke explicit knowledge misalnya bila perusahaan ingin menerapkan
penggunaan mesin-mesin baru dalam proses produksi maka perusahaan mengirimkan wakilnya untuk belajar mesin tersebut.
 Hal yang mungkin dilakukan pertama kali adalah dengan melalcukan mengamati, mengobservasi, serta mempraktekan mesin tersebut selama pelatihan.
Eksternalisasi/artikulasi, menkonversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge biasanya menggunakan metafor-metafor yang dapat dipahami bersama.
Misalnya hasil pengamatan, dan observasi terhadap mesin barn tersebut diubah dalam bentuk tertulis yang mudah dipahami,
dan dapat didiskusikan bersama rekan-rekan kerja.

3 Jenis Model yang dibahas di lecture notes


3 jenis model yang dibahas di lecture notes adalah :

1. Mathematical model, merupakan serangkaian formula yang mendeskripsikan aspek-aspek teknis dari sebuah sistem.
Contoh : Sistem Sekuritas pada perbankan, Efesiensi parkir kendaraan roda empat

2. Descriptive model, merupakan tipe pemodelan yang lebih ke deskripsi (catatan, laporan, ataupun daftar dalam bentuk narasi) yang mendeskripsikan beberapa aspek dari sistem. Contohnya : Kamus data, Flowchart.
Contoh Lain :
a. Clustering" partisi set individu dalam sampel ke dalam kelompok homogen dan baik dibedakan beberapa. Jika pengelompokan berhasil, individu dalam satu kelompok harus sangat mirip satu sama lain, tapi sangat berbeda dari individu-individu dalam kelompok lain. Clustering dapat dianggap sebagai runtuhnya paksa yang berbeda, tetapi individu yang sama dalam satu kelompok menjadi hanya satu individu terutama perwakilan dari kelompok (sering barycenter nya). Karena itu mendeteksi redudansi antara baris dari tabel data.
b.Probabilitas Kepadatan Estimasi", yang tujuannya adalah untuk mencari tahu apa yang kepadatan penduduk sekitar setiap individu. Clustering dapat dianggap sebagai versi yang sangat sederhana dari Estimasi Probabilitas Density.
c. Pengurangan dimensi", yang mencoba untuk menggambarkan populasi dengan variabel yang lebih sedikit daripada ada tabel data, dan belum kehilangan informasi sesedikit mungkin.

3. Graphical model, merupakan tipe pemodelan yang lebih ke diagram atau representasi dari suatu benda atau object yang digunakan untuk mencerminkan beberapa aspek dari sebuah sistem. Contohnya : ER diagram, sequence diagram, activity diagram, use case diagram, interaction diagram, dll.

Followers

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Modif Indra Sitinjak - Premium Blogger Themes | Online Project management