Sunday, 9 June 2013

Tips tidak mudah stres


Mengapa orang mudah dan tidak mudah mengalami stres?
Dan bagaimana melakukan antisipasi serta cara penanganan yang baik terhadap stres?

Dari pertanyaan di atas menurut pendapat saya...
Stres dapat dibagi menjadi stres positif dan stres negatif. Walaupun kebanyakan orang mendefinisikan stres menjadi hal yang selalu negatif, padahal terdapat stres positif atau disebut juga euphoric stress. Stress ini memacu adrenalin dalam situasi ketika kita harus meningkatkan performa dan berfokus pada kegiatan yang produktif. Sedangkan stress negatif atau disebut juga distress adalah ketika tingkat stres yang dialami mengganggu performa kita.

Menjawab pertanyaan mengapa orang mudah dan tidak mudah mengalami stres, bisa dikaitkan dengan manajemen stres yang dilakukan orang tersebut, termasuk didalamnya bagaimana pola pikir kita dalam menghadapi stres tersebut. Pola pikir atau cara pandang tersebut bisa juga disebut dengan konsep cognitive appraisal. Diri kita sendiri adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap stres tersebut. Kita sendiri yang dapat mengatur dan mengelola stres kita dan mengambil tindakan positif terhadapnya. Selain manajemen stres yang dapat mempengaruhi seseorang mengalami suatu stres, faktor lainnya dapat disebabkan juga oleh kepercayaan diri. Misalnya, kita merasa percaya bahwa bungee jumping itu sangat berbahaya untuk dilakukan. Bagaimana jika talinya lepas? Bagaimana jika pengamannya tidak berhasil? Bagaimana jika kepala saya malah terbentur sesuatu dibawah? Bagaimana dan bagaimana yang lainnya. Pikiran kita terus menuju terhadap kemungkinan-kemungkinan negatif yang menghasilkan kekhawatiran tingkat tinggi. Hal tersebut menjadi penyebab peningkatan stres. Selain itu, faktor lainnya adalah faktor lingkungan, tuntutan tugas, tuntutan peran, ekonomi, kepribadian, dan pola hidupnya (aspek kesehatan dan konsumsi alkohol).

Berikut penjelasan dari beberapa faktor penyebab stres.
1.    Faktor Ekonomi:
Seiring dengan krisis ekonomi global, banyak orang harus berurusan dengan krisis pribadi. Biaya hidup, pinjaman tertunda dan ketidakpastian ekonomi secara umum adalah penyebab paling umum dari stres orang di seluruh dunia.
2.    Kerja berlebihan sehingga menjadi stres:
Dalam era teknologi modern dengan laptop, tablet dan Internet di mana-mana, kewajiban bekerja tidak pernah berakhir. Banyak orang yang masih menghabiskan waktu liburan mereka di depan alat - alat komunikasi untuk mengirim email kerja sehingga tidak ada waktu untuk releks dan menikmati liburan.
3.    Kepuasan kerja:

Dalam masa krisis ekonomi dan lapangan kerja, banyak orang tidak bisa memilih pekerjaan dengan leluasa sesuai keingginannya tetapi hanya bisa menerima nasib dan terus menjalani pekerjaan yang tidak di sukai.
4.    Tekanan untuk liburan:
Saat menjelang liburan banyak tugas yang diberikan atasan karena kita akan cuti oleh sebab itu persiapan untuk libuaran menjadi beban yang harus diperhitungkan sehingga suasana persiapan liburan malah diisi dengan setress karena diburu waktu pekerjaan.
5.    Anda tidak pernah mengatakan TIDAK:
Takut untuk mengatakan TIDAK. Apakah itu untuk tanggung jawab pribadi, keluarga atau pekerjaan Anda tidak dapat menolak tugas yang diberikan untuk pekerjaan yang harus dilakukan. Salah! Anda mencoba untuk memuaskan semua orang lain, sementara tidak meninggalkan waktu untuk diri sendiri. Kewajiban Anda lakukan berada di luar apa yang Anda dapat tangani dan hal ini menciptakan lebih banyak stres.
6.    Kurangnya waktu yang berkualitas:
Tidak punya waktu untuk melihat teman-teman dan orang yang kita cintai.Tidak punya waktu luang untuk diri sendiri tidak menyebutkan waktu yang berkualitas untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. Tindakan - tindakan ini meminimalkan kesempatan untuk melarikan diri dari stres dan ketegangan.
7.    Terobsesi dengan kesempurnaan:
Kita ingin melakukan semuanya sempurna. Membuat kesalahan adalah ketakutan terburuk dan hal ini menciptakan lebih banyak stres. Ini obsesi dengan kesempurnaan, tidak meninggalkan waktu untuk memikirkan hal-hal lain selain target kita sendiri.
8.    Kurangnya minat:
Memulai tugas baru dan bosan. Menetapkan tujuan baru tapi berhenti di tengah,tidak memiliki gairah atau motivasi untuk melakukan sesuatu. Ini akan memberikan kekecewaan dan mendorong dalam keputusasaan. Kehilangan nafsu makan dan tidur dan ini memperburuk situasi.
9.    Gangguan dan kebingungan:
Ketika semuanya tidak teratur, tidak berjalan lancar. Rumah berantakan, di kantor banyak tekanan dan perasaan bahwa semuanya sangat kacau dapat menyebabkan menjadi lebih mudah stress. Perasaan ini memiliki kemampuan ajaib untuk menahan dan mengingatkan kita tentang kejadian - kejadian yang sudah terjadi yang akan menambah stress pada diri kita. Bahkan jika ingin melarikan diri, situasi lingkungan tidak akan mengijinkan.

Ada orang yang mudah mengalami Stress, itu apabila pengendalian diri mereka kurang terutama terhadap emosi karena yang dapat mengontrol emosi hanya diri kita sendiri, karena itu hal ini terbilang sulit. Ada juga orang-orang yang tidak mudah Stress, hal itu dikarenakan mereka : (pendapat)
a.       Menjalani hidup dengan santai,
b.      Menghadapi setiap masalah dengan lapang dada,
c.       Dapat mengontrol diri dalam kondisi apa pun,
d.      Selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah,
e.       Tidak berpikir masalah yang ada sebagai masalah besar, jadi tidak perlu terlalu menguras pikiran untuk memikirkan masalah yang ada, dll.

Dari Buku yang berjudul The Mind Gym – Wake your Mind Up yang ditulis oleh The Mind Gym, terdapat 9 solusi untuk membasmi stres yang dirangkum sebagai berikut.
1.      Menurunkan tingkat kepentingan
Untuk mengurangi tingkat stres dapat dilakukan dengan cara mengubah cara kita mengukur situasi sehingga hasilnya menjadi tidak terlalu penting. Buang semua fantasi-fantasi katastrofik dan dengarkan diri sendiri. Bangun pemikiran positif terhadap kemungkinan yang akan terjadi.
Contoh case:
Karena macet, Eddy terlambat ke acara pernikahan kakaknya. Dia mulai berpikir bahwa dia bukanlah orang yang akan datang paling akhir. Kakaknya mungkin akan kesal, tapi Eddy bisa meminta maaf. Eddy percaya dia sudah berusaha sebaik-baiknya. Lagipula, terlambat ke acara pernikahan bukan sesuatu yang paling buruk yang akan terjadi didalam hidupnya.
2.      Menurunkan tingkat kemungkinan skenario buruk terjadi
Kita bisa mencoba untuk menurunkan tingkat kemungkinan terjadinya suatu hasil buruk yang akan terjadi.
3.      Membingkai ulang secara positif
Membangun pola pikir bahwa masalah atau situasi tersebut tidaklah seburuk yang dipikirkan. Masih ada cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut dan yakin bahwa kita bisa.
4.      Merayakan keberhasilan
Memikirkan semua hal baik yang telah terjadi dalam hidup kita dalam waktu yang sama. Memuji diri untuk suatu keberhasilan akan meningkatkan energi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
5.      Menggunakan energi mental dengan arif
Menggunakan energi mental utuk hal positif, dan bukan hanya dihabiskan untuk merasa cemas. Energi mental yang digunakan secara bijak akan menjernihkan kembali situasi dan kita akan merasa lebih baik.
6.      Kabur
Menjauhkan diri dari situasi yang membuat kita stres. Misalnya libur beberapa hari untuk menjernihkan kembali pikiran, namun tidak untuk kabur dari masalah untuk waktu yang lama.
7.      Mencari dukungan teman
Membicarakan masalah dan situasi stres kepada teman-teman kita dan berpikir bahwa kita tidak menanggung beban ini sendirian.
8.      Mengajukan pertanyaan yang tepat
Kita bisa mengajukan pertanyaan yang tepat langsung ke inti permasalahan mengenai mengapa kita bisa mengalami stres. Misalnya: Apakah penyebab stres ini? Apakah ini berpeluang terjadi lagi? Apa yang dapat aku erbuat untuk mengurangi beban akibat situasi ini?
9.      Melawan
Mencoba menghadapi masalah sewaktu baru muncul untuk mengurangi stres negatif, sehingga kita akan menemukan bahwa situasinya tidak seburuk yang semula kita duga.

Cara lain mengatasi stress adalah sebagai berikut :
1.    Tarik nafas dalam-dalam dapat membuat relaks.
2.    Berteriak
       Dengan berteriak, saat stress kita akan merasakan ada sesuatu yang mengganjal dihati. Lepaskan saja perasaan tidak enak itu. Mengatasi stress secara keseluruhan mungkin tidak,tapi minimal akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
3.    Buat dirimu ketawa
       Maksudnya adalah mengatasi strees dengan menonton atau membaca sesuatu yang lucu. Contoh : Opera Van Java dan Bukan Empat Mata.
4.    Minum Susu
       Konon katanya susu dapat menjadi tips stress ampuh. Karena  susu dapat mengurangi kadar hormon adrenalin dalam darah.
5.    Selalu lihat sisi positifnya
Seperti kata Einstein : semua itu adalah relatif. Maksudnya hal yang menurut kamu jelek atau kurang bagus bukan berarti orang lain akan menggapnya buruk.
6.    Hobi
       Hobi adalah cara tergampang untuk menghadi stress, Kamu punya hobi sepakbola,atau ngband, dengerin musik dan yang lainnya.
7.    Jalan-jalan
Berjalan akan mengurangi tingkat stress dan baik untuk kesehatan.
8.    Bicara
Diskusi tentang masalah yang terjadi mungkin dapat menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
9.    Mendengarkan musik
Musik memiliki efek luar biasa untuk meringankan stress dan memiliki efek baik unutk otak manusia.
10. Berlibur
Berlibur dapat membuat kita untuk sejenak melupakan rutinitas dan kepenatan yang membuat Stress.
11.  Selalu berpandangan positif terhadap diri sendiri dan berusaha untuk tidak berpikiran negatif sehingga akan membantu untuk berpikir jernih dan objektif dalam mengambil keputusan.
12.  Istirahat yang cukup.
13.  Melakukan hal-hal yang disukai seperti mendengarkan musik, menonton film, membaca, pergi ke mall, dsb.
14.  Berbagi cerita dan pemikiran dengan orang-orang yang dipercaya. Sehingga kita bisa mendapat saran atas masalah yang kita hadapi.
15.  Jujur terhadap diri sendiri agar kita dapat dengan mudah melihat kesalahan yang kita lakukan sehingga dapat mengevaluasi diri untuk mengambil langkah yang lebih baik ke depannya.
16   Usahakan untuk tidak emosi dan marah. Lebih baik diam dan mengatur nafas daripada berbicara dalam keadaan emosi.

Upaya mengatasi stress juga dapat dilakukan dengan :
1.    Mengatur/mengubah masalah yang dihadapi dan lingkungan sekitarnya (problem-focused).
2.    Mengatur respon emosional dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kondisi (emotion-focused).
3.    Pemaknaan suatu situasi dengan menggunakan strategi dan logika (appraisal-focused).


Sekian menurut pendapat saya, menurut pendapat kalian bagaimana??? pasti pernah mengalami stress juga kan??? :D

Setelah mendapat yang diinginkan, silahkan tinggalkan komentarnya ya untuk pengembangan selanjutnya. Terima Kasih In English After obtaining the desired, please leave comments ya for future development. Thank You

0 comments:

Followers

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Modif Indra Sitinjak - Premium Blogger Themes | Online Project management