Mengapa orang mudah dan tidak mudah mengalami stres?
Dan bagaimana melakukan antisipasi serta cara penanganan
yang baik terhadap stres?
Dari pertanyaan di atas menurut pendapat saya...
Dari pertanyaan di atas menurut pendapat saya...
Stres dapat dibagi menjadi stres positif dan stres negatif. Walaupun kebanyakan orang
mendefinisikan stres menjadi hal yang selalu negatif, padahal terdapat stres
positif atau disebut juga euphoric stress. Stress ini memacu adrenalin dalam
situasi ketika kita harus meningkatkan performa dan berfokus pada kegiatan yang
produktif. Sedangkan stress negatif atau disebut juga distress adalah ketika
tingkat stres yang dialami mengganggu performa kita.
Menjawab pertanyaan mengapa orang mudah dan tidak mudah
mengalami stres, bisa dikaitkan dengan manajemen
stres yang dilakukan orang tersebut, termasuk didalamnya bagaimana pola
pikir kita dalam menghadapi stres tersebut. Pola pikir atau cara pandang tersebut bisa juga disebut dengan
konsep cognitive appraisal. Diri kita
sendiri adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap stres tersebut.
Kita sendiri yang dapat mengatur dan mengelola stres kita dan mengambil
tindakan positif terhadapnya. Selain manajemen stres yang dapat mempengaruhi
seseorang mengalami suatu stres, faktor lainnya dapat disebabkan juga oleh kepercayaan diri. Misalnya, kita merasa
percaya bahwa bungee jumping itu sangat berbahaya untuk dilakukan. Bagaimana
jika talinya lepas? Bagaimana jika pengamannya tidak berhasil? Bagaimana jika
kepala saya malah terbentur sesuatu dibawah? Bagaimana dan bagaimana yang
lainnya. Pikiran kita terus menuju terhadap kemungkinan-kemungkinan negatif
yang menghasilkan kekhawatiran tingkat tinggi. Hal tersebut menjadi penyebab
peningkatan stres. Selain itu, faktor lainnya adalah faktor lingkungan,
tuntutan tugas, tuntutan peran, ekonomi, kepribadian, dan pola hidupnya (aspek
kesehatan dan konsumsi alkohol).
Berikut penjelasan dari beberapa faktor penyebab stres.
1. Faktor
Ekonomi:
Seiring dengan krisis ekonomi global, banyak
orang harus berurusan dengan krisis pribadi. Biaya hidup, pinjaman tertunda dan
ketidakpastian ekonomi secara umum adalah penyebab paling umum dari stres orang
di seluruh dunia.
2. Kerja
berlebihan sehingga menjadi stres:
Dalam era teknologi modern dengan laptop,
tablet dan Internet di mana-mana, kewajiban bekerja tidak pernah berakhir.
Banyak orang yang masih menghabiskan waktu liburan mereka di depan alat - alat
komunikasi untuk mengirim email kerja sehingga tidak ada waktu untuk releks dan
menikmati liburan.
3. Kepuasan
kerja:
Dalam masa krisis ekonomi dan lapangan kerja,
banyak orang tidak bisa memilih pekerjaan dengan leluasa sesuai keingginannya
tetapi hanya bisa menerima nasib dan terus menjalani pekerjaan yang tidak di
sukai.
4. Tekanan untuk
liburan:
Saat menjelang liburan banyak tugas yang
diberikan atasan karena kita akan cuti oleh sebab itu persiapan untuk libuaran
menjadi beban yang harus diperhitungkan sehingga suasana persiapan liburan
malah diisi dengan setress karena diburu waktu pekerjaan.
5. Anda tidak
pernah mengatakan TIDAK:
Takut untuk mengatakan TIDAK. Apakah itu
untuk tanggung jawab pribadi, keluarga atau pekerjaan Anda tidak dapat menolak
tugas yang diberikan untuk pekerjaan yang harus dilakukan. Salah! Anda mencoba
untuk memuaskan semua orang lain, sementara tidak meninggalkan waktu untuk diri
sendiri. Kewajiban Anda lakukan berada di luar apa yang Anda dapat tangani dan
hal ini menciptakan lebih banyak stres.
6. Kurangnya
waktu yang berkualitas:
Tidak punya waktu untuk melihat teman-teman
dan orang yang kita cintai.Tidak punya waktu luang untuk diri sendiri tidak
menyebutkan waktu yang berkualitas untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.
Tindakan - tindakan ini meminimalkan kesempatan untuk melarikan diri dari stres
dan ketegangan.
7. Terobsesi
dengan kesempurnaan:
Kita ingin melakukan semuanya sempurna.
Membuat kesalahan adalah ketakutan terburuk dan hal ini menciptakan lebih
banyak stres. Ini obsesi dengan kesempurnaan, tidak meninggalkan waktu untuk
memikirkan hal-hal lain selain target kita sendiri.
8. Kurangnya
minat:
Memulai tugas baru dan bosan. Menetapkan
tujuan baru tapi berhenti di tengah,tidak memiliki gairah atau motivasi untuk
melakukan sesuatu. Ini akan memberikan kekecewaan dan mendorong dalam
keputusasaan. Kehilangan nafsu makan dan tidur dan ini memperburuk situasi.
9. Gangguan dan
kebingungan:
Ketika semuanya tidak teratur, tidak berjalan
lancar. Rumah berantakan, di kantor banyak tekanan dan perasaan bahwa semuanya
sangat kacau dapat menyebabkan menjadi lebih mudah stress. Perasaan ini
memiliki kemampuan ajaib untuk menahan dan mengingatkan kita tentang kejadian -
kejadian yang sudah terjadi yang akan menambah stress pada diri kita. Bahkan
jika ingin melarikan diri, situasi lingkungan tidak akan mengijinkan.
Ada orang yang mudah mengalami Stress, itu apabila
pengendalian diri mereka kurang terutama terhadap emosi karena yang dapat
mengontrol emosi hanya diri kita sendiri, karena itu hal ini terbilang sulit.
Ada juga orang-orang yang tidak mudah Stress, hal itu dikarenakan mereka :
(pendapat)
a. Menjalani hidup dengan santai,
b. Menghadapi setiap masalah dengan lapang dada,
c. Dapat mengontrol diri dalam kondisi apa pun,
d. Selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah,
e. Tidak berpikir masalah yang ada sebagai masalah besar,
jadi tidak perlu terlalu menguras pikiran untuk memikirkan masalah yang ada,
dll.
Dari Buku yang berjudul The Mind Gym – Wake your Mind Up
yang ditulis oleh The Mind Gym, terdapat 9 solusi untuk membasmi stres yang
dirangkum sebagai berikut.
1. Menurunkan tingkat kepentingan
Untuk mengurangi tingkat stres dapat
dilakukan dengan cara mengubah cara kita mengukur situasi sehingga hasilnya
menjadi tidak terlalu penting. Buang semua fantasi-fantasi katastrofik dan
dengarkan diri sendiri. Bangun pemikiran positif terhadap kemungkinan yang akan
terjadi.
Contoh case:
Karena macet, Eddy terlambat ke acara
pernikahan kakaknya. Dia mulai berpikir bahwa dia bukanlah orang yang akan
datang paling akhir. Kakaknya mungkin akan kesal, tapi Eddy bisa meminta maaf.
Eddy percaya dia sudah berusaha sebaik-baiknya. Lagipula, terlambat ke acara
pernikahan bukan sesuatu yang paling buruk yang akan terjadi didalam hidupnya.
2. Menurunkan tingkat kemungkinan skenario buruk terjadi
Kita bisa mencoba untuk menurunkan tingkat
kemungkinan terjadinya suatu hasil buruk yang akan terjadi.
3. Membingkai ulang secara positif
Membangun pola pikir bahwa masalah atau
situasi tersebut tidaklah seburuk yang dipikirkan. Masih ada cara lain untuk
menyelesaikan masalah tersebut dan yakin bahwa kita bisa.
4. Merayakan keberhasilan
Memikirkan semua hal baik yang telah terjadi
dalam hidup kita dalam waktu yang sama. Memuji diri untuk suatu keberhasilan
akan meningkatkan energi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
5. Menggunakan energi mental dengan arif
Menggunakan energi mental utuk hal positif, dan
bukan hanya dihabiskan untuk merasa cemas. Energi mental yang digunakan secara
bijak akan menjernihkan kembali situasi dan kita akan merasa lebih baik.
6. Kabur
Menjauhkan diri dari situasi yang membuat
kita stres. Misalnya libur beberapa hari untuk menjernihkan kembali pikiran,
namun tidak untuk kabur dari masalah untuk waktu yang lama.
7. Mencari dukungan teman
Membicarakan masalah dan situasi stres kepada
teman-teman kita dan berpikir bahwa kita tidak menanggung beban ini sendirian.
8. Mengajukan pertanyaan yang tepat
Kita bisa mengajukan pertanyaan yang tepat
langsung ke inti permasalahan mengenai mengapa kita bisa mengalami stres. Misalnya:
Apakah penyebab stres ini? Apakah ini berpeluang terjadi lagi? Apa yang dapat
aku erbuat untuk mengurangi beban akibat situasi ini?
9. Melawan
Mencoba menghadapi masalah sewaktu baru
muncul untuk mengurangi stres negatif, sehingga kita akan menemukan bahwa
situasinya tidak seburuk yang semula kita duga.
Cara lain mengatasi stress adalah sebagai berikut :
1. Tarik
nafas dalam-dalam dapat membuat relaks.
2. Berteriak
Dengan
berteriak, saat stress kita akan merasakan ada sesuatu yang mengganjal dihati.
Lepaskan saja perasaan tidak enak itu. Mengatasi stress secara keseluruhan
mungkin tidak,tapi minimal akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
3. Buat
dirimu ketawa
Maksudnya
adalah mengatasi strees dengan menonton atau membaca sesuatu yang lucu. Contoh
: Opera Van Java dan Bukan Empat Mata.
4. Minum
Susu
Konon
katanya susu dapat menjadi tips stress ampuh. Karena susu dapat mengurangi kadar hormon adrenalin
dalam darah.
5. Selalu
lihat sisi positifnya
Seperti kata Einstein : semua itu adalah relatif. Maksudnya
hal yang menurut kamu jelek atau kurang bagus bukan berarti orang lain akan
menggapnya buruk.
6. Hobi
Hobi
adalah cara tergampang untuk menghadi stress, Kamu punya hobi sepakbola,atau
ngband, dengerin musik dan yang lainnya.
7. Jalan-jalan
Berjalan akan mengurangi tingkat stress dan
baik untuk kesehatan.
8. Bicara
Diskusi tentang masalah yang terjadi mungkin
dapat menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
9. Mendengarkan
musik
Musik memiliki efek luar biasa untuk
meringankan stress dan memiliki efek baik unutk otak manusia.
10. Berlibur
Berlibur dapat membuat kita untuk sejenak
melupakan rutinitas dan kepenatan yang membuat Stress.
11. Selalu
berpandangan positif terhadap diri sendiri dan berusaha untuk tidak berpikiran
negatif sehingga akan membantu untuk berpikir jernih dan objektif dalam
mengambil keputusan.
12. Istirahat
yang cukup.
13. Melakukan
hal-hal yang disukai seperti mendengarkan musik, menonton film, membaca, pergi
ke mall, dsb.
14. Berbagi
cerita dan pemikiran dengan orang-orang yang dipercaya. Sehingga kita bisa
mendapat saran atas masalah yang kita hadapi.
15. Jujur
terhadap diri sendiri agar kita dapat dengan mudah melihat kesalahan yang kita
lakukan sehingga dapat mengevaluasi diri untuk mengambil langkah yang lebih
baik ke depannya.
16 Usahakan
untuk tidak emosi dan marah. Lebih baik diam dan mengatur nafas daripada
berbicara dalam keadaan emosi.
Upaya mengatasi stress juga dapat dilakukan dengan :
1. Mengatur/mengubah
masalah yang dihadapi dan lingkungan sekitarnya (problem-focused).
2. Mengatur respon emosional dalam rangka
menyesuaikan diri dengan dampak yang akan ditimbulkan oleh suatu kondisi
(emotion-focused).
3. Pemaknaan
suatu situasi dengan menggunakan strategi dan logika (appraisal-focused).
Sekian menurut pendapat saya, menurut pendapat kalian bagaimana??? pasti pernah mengalami stress juga kan??? :D


6/09/2013 05:04:00 pm
Unknown


0 comments:
Post a Comment