Sunday, 18 January 2015

Apa itu groupware? Apa saja fitur cenderung dimasukkan dalam produk groupware?

Groupware adalah aplikasi yang dibuat untuk mendukung kolaborasi bersama antar sekelompok pengguna dalam suatu lingkungan tertentu (Alan Dix, 1993).
Groupware mewakili software yang membantu kelompok kerja/kolega terhubung ke jaringan komunikasi untuk mengelola aktifitas mereka. Operasi yang didukung antara lain : penjadwalan rapat dan alokasi sumberdaya, email, e-newsletter, distribusi file dan lain sebagainya.

Contoh Aplikasi Groupware :

a)   Zimbra Collaboration Suite (ZCS) adalah sebuah produk groupware yang dibuat oleh perusahan Zimnra, Inc, berkantor pusat di Palo Alto, California, USA. Software terdiri dari dua komponen utama klien dan server yang diterbitkan dalam dua versi yaitu versi open-source dan versi yang mendapat dukungan komersil melalu “Zimbra Network” yang mengandung komponen closed-source seperti konektor MAPI proprietary untuk sinkronisasi kalender dengan Outlook.
b) Tine adalah business software package dengan tipe lisensi open source.Aplikasi ini masuk ke dalam kategori groupware dan Customer Relationship Management (CRM). Aplikasi ini merupakan platform yang independen dan diimplementasikan sebagai service oriented architecture (SOA) yang terdiri dari dua bagian penting yaitu komponen sever yang digunakan untk master data source, ditulis dengan menggunakan PHP, dan menggunakan databes SQL sebagai central data storage. Untuk komponen client yang digunakan sebagai graphical user interface (GUI) yang ditulis dalam JavaScript dan dijalankan menggunakan web browser.

Definisi service-oriented architecture (SOA) dan hubungannya dengan layanan WEB

SOA adalah sebuah arsitektur kerangka kerja berbasis standar terbuka yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk saling mengintegrasikan data yang sebelumnya hanya tersimpan rapat di markas para pelanggan, mitra, atau pemasok.Dengan kata lain,SOA merupakan arsitektur yang mendukung integrasi bisnis sebagai layanan yang terhubung dan menjadi jalan menuju inovasi.(SOA juga menjadi strategi bisnis berbasis teknologi dan hasil evolusi untuk mengintegrasi berbagai sumber informasi dari sumber kode atau platform yang berbeda-beda)

Web Services adalah sebuah teknik pemrograman di mana sebuah service menggunakan standar-standar berbasis XML dalam menjelaskan interface dan protocol yang harus digunakan untuk memanggil service tersebut. Standar-standar tersebut adalah:

a)     SOAP (Simple Object Access Protocol): Menjelaskan protokol tentang bagaimana sebuah web service dapat dipanggil.
b) WSDL (Web Services Deinition Language): Sebuah format XML yang menjelaskan interface dari sebuah web service (parameter input dan output).

c)    UDDI (Universal Description, Discovery and Integration): Sebuah direktori yang berisi daftar web service yang dapat ditemukan dan dipanggil oleh aplikasi lainnya.Dengan standar di atas, web services sangat mendukung implementasi SOA dimana karakteristik SOA seperti loose coupling dan service interface disediakan oleh teknologi web services.

Definisi Middleware dan 3 Kategorinya

Middleware merupakan software yang menghubungkan bagian-bagian berbeda pada sebuah aplikasi atau rangkaian aplikasi. Middleware dapat diumpamakan menjadi beberapa bentuk, pertama middleware sebagai semacam lem yang menyatukan sebuah jaringan dan komputer-komputer yang terhubung di dalamnya. Middleware dapat berupa sebuah aplikasi tunggal, atau dapat berupa keseluruhan server.

COBRA merupakan sebuah spesifikasi middleware yang ideal untuk mendukung dan mengaplikasikan sistem komputer terdistribusi. Arsitektur CORBA berbasis pada model objek. Model ini berasal dari abstraksi inti model objek yang didefinisikan oleh OMG dalam sebuah petunjuk OMA (Object Management Architecture). CORBA bersifat open, maksudnya bahwa CORBA bisa dipakai oleh setiap orang yang ingin menggunakan standarisasi CORBA ini. Sehingga akan muncul perbedaan-perbedaan dalam menggunakannya, seperti perbedaan platform ataupun bahasa pemrograman. Tetapi hal ini justru menjadi kelebihan CORBA bahwa CORBA mampu mengkomunikasikan sistem yang memiliki perbedaan-perbedaan tersebut.
Distributed Component Object Model adalah protokol yang berfungsi untuk mengaktifkan komponen pada perangkat lunak (software) agar dapat berkomunikasi langsung dengan jaringan. (Spangler, 2004). Tujuan DCOM adalah agar komponen yang telah dibuat dapat diregister di suatu komputer dan di akses oleh banyak komputer lain.
DCOM sendiri bukan merupakan teknologi beru karena teknologi ini banyak dipakai dalam sistem distribusi pada sistem jaringan TCP/IP. Protokol yang digunakan oleh DCOM dapat meliputi:
  • Protokol TCP/IP
  • Protokol UDP/IP
  • Protokol HTTP
  • Protokol RPC

Remote Method Invocation (RMI)
adalah sebuah teknik pemanggilan method remote yang lebih secara umum lebih baik daripada RPC. RMI menggunakan paradigma pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming). RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan.
·         Aplikasi RMI sering kali terdiri dari dua program terpisah yaitu server dan client. Aplikasi server semacam ini biasanya membuat beberapa objek remote, menyediakan referensi terhadap objek-objek tersebut sehingga dapat diakses, serta menunggu client menginvoke/memanggil method dari objek-objek remote tersebut. Aplikasi client mendapatkan referensi remote ke satu atau lebih objek remote di server dan menjalankan method dari objek tersebut.

·         RMI menyediakan mekanisme dimana server dan client berkomunikasi danmemberikan informasi secara timbal balik. Aplikasi semacam ini seringkali disebut aplikasi objek terdistribusi.

Sistem Informasi yg terIngtegrasi secara Vertical

 Yang dimaksud dengan sistem informasi yang terintegrasi secara vertikal?

Pada proses ini, sistem informasi dapat mulai saling diperkenalkan, dan dipertukarkan. Jika hal ini berhasil dilakukan, maka tahap yang tersulit dalam integrasi, yaitu bersama-sama memikirkan kepentingan organisasi. Pada saat inilah sebenarnya hakekat integrasi telah dilakukan. Secara teknis yang biasa dihasilkan adalah ide-ide, dan solusi dalam bentuk penambahan sejumlah entitas atau komponen sebagai jembatan antara satu sistem dan sistem lainnya tanpa harus merusak masing-masing sistem informasi yang telah dianggap baik oleh organisasi. Artinya adalah bahwa secara vertikal, masing-masing sistem informasi tetap melayani bagiannya masing-masing, sementara secara horisontal telah dilakukan proses integrasi melalui penambahan komponen-komponen baru dari hasil diskusi yang dilakukan (misalnya: interface, middleware, application integration system, database clearing house, dsb).

Followers

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Modif Indra Sitinjak - Premium Blogger Themes | Online Project management